Kamis, 29 Desember 2011

Masa Penjajahan Belanda

Kebijakan Belanda di Indonesia

Negara Indonesia memiliki sejarah pahit dalam berjuang untuk merdeka. Belanda merupakan salah satu negara yang menjajah Indonesia serta masa penjajahan yang terlama. Pada tanggal 27 Juni 1596 ekspedisi Belanda yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman tiba di Banten.

  1. Kerja Paksa (Rodi)
Kerja paksa (rodi) merupakan salah satu program Gubernur Jenderal Herman Wiliem Daendels yang memaksa rakyat pribumi untuk bekerja membuat jalan yang membentang dari Anyer (Banten) hingga Panarukan (Jawa Timur) dengan target pembuatan jalan 1.000 km. Selama kerja paksa (rodi) tidak ada upah maupun pelayanan dari Belanda. Selalu ada yang meninggal akibat kerja paksa (rodi) ini. Mereka juga diawasi dengan todongan senjata. Jalan ini selesai dalam waktu satu tahun.





     2.  Tanam Paksa (cultuurstelsel

Tanam paksa adalah peraturan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch. Ia mewajibkan setiap desa menyisihkan sebagian tanahnya (20%) untuk ditanami komoditas ekspor, khususnya kopi, tebu, dan tarum (nila). Hasil tanaman ini dijual kepada pemerintah kolonial Belanda dengan harga yang sudah ditentukan.Sistem tanam paksa diperkenalkan secara perlahan sejak tahun 1830-1835. Sistem tanam paksa yang kejam ini, mendapat protes keras dari berbagai kalangan di Belanda. Sehingga, pada tahun 1870 sistem tanam paksa dihapus.


Tokoh-Tokoh yang Berjuang Mengusir Penjajah


Sultan Hasanudin
Sultan Hasanudin lahir di Makassar tahun 1631. Ia putra Sultan Malikussaid, seorang Raja Gowa. Setelah dewasa Sultan Hasanudin diangkat menjadi panglima perang. Sultan Hasanudin adalah Raja Gowa yang menentang keras penerapan monopoli oleh Belanda. Tanggal 12 Juni 1670 Sultan Hasanudin meninggal dunia.    Ia dijuluki "Ayam Jantan dari Timur".

Pattimura
Pattimura pada masa kecilnya bernama Thomas Matulessy. Pattimura lahir di Ambon tahun 1783. Ia mendapat julukan Kapitan Pattimura. Kapitan Pattimura melakukan dua kali penyerbuan. Pertama, tanggal 14 Mei 1817 Kapitan Pattimura menyerang pos Belanda. Kedua, tanggal 16 Mei 1817. Belanda menyerang Kapitan Pattimura tanggal 15 Oktober 1817. Belanda berhasil menangkap Kapitan Pattimura pada bulan November 1817. Pada tanggal 16 Desember 1817 Kapitan Pattimura dihukum gantung.






Tuanku Imam Bonjol
Tuanku Imam Bonjol sebagai salah seorang pemimpin perang Paderi (1821-1837). Perang Paderi adalah perang antara kaum adat dan kaum agama yang terjadi di Minangkabau, Sumatra Barat. Tuanku Imam Bonjol terkenal dengan taktik perang gerilya. Kaum adat meminta bantuan kepada Belanda. Pada tahun 1837 Tuanku Imam Bonjol tertangkap dan dibuang ke Cianjur, dipindahkan ke Ambon, dan terakhir di Minahasa hingga wafatnya.








Pangeran Diponegoro
Pangeran Diponegoro semasa kecilnya bernama Raden Mas Ontowiryo. Ia lahir di Yogyakarta, 11 November 1785. Ia putra Sultan Hamengku Buwono III. Pangeran Diponegoro adalah pemimpin perlawanan terhadap Belanda di Jawa (1825-1830). Pada tanggal 8 Januari 1855 Pangeran Diponegoro meninggal dunia.






Perlawanan Rakyat Aceh
Perang Aceh (1873-1904) terjadi di daerah Aceh. Perang Aceh merupakan perlawanan rakyatmenentang Belanda yang paling lama dibanding perlawanan rakyat Indonesia yang lain pada waktu itu. Para Panglima perang Aceh yang terkenal antara lain adalah Teuku Umar, Teuku Panglima Polem, Cut Meutiah, Cut Nya Dien (Istri Teuku Umar), dan Tengku Mohammad Dawod (Sultan Aceh).
Teuku Umar                           Cut Nya Dien                           Cut Meutiah

0 komentar:

Poskan Komentar

Thanks to visit my blog, Comment, follow, and visit again, OK..? ^,^
 

Coretanku! Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template